— Pak Yoyo
Time is unrenewable energy source.
- Mr. Yoyo, my biology teacher.
diquote dari blognya Widya Arifianti
10 Nov
— Pak Yoyo
Time is unrenewable energy source.
- Mr. Yoyo, my biology teacher.
diquote dari blognya Widya Arifianti
4 Nov
Ingin ku hilang dari dimensi ini
Aku tersesat, Tuhan
Ku tak dapat melihat bayanganku
Ku tak dapat melukis indahnya pelangi
Walau kucoba berlari dan berteriak
Raksasa itu pun tak peduli
Biar ku ubah warna hitam menjadi putih
Kelelawar pun tak berkikik
Habis sudah pikir ini
Terkuras sudah akal ini
Karena itu pun
Aku menginginkan terbangun dari dimensi semu
3 November 2009
SMA Negeri 3 Bandung
Anjasari Evanata
2 Oct
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Tiga hari yang lalu, pada tanggal 30 September 2009, gempa kembali mengguncang Indonesia. Kali ini gempa berpusat di Padang – Sumatra Barat. Gempa terjadi sekitar pukul 17.00 dengan kekuatan 7,6 skala richter.
Kaget banget. Saat itu aku baru saja pulang dan sedang membuka kaos kakiku di depan televisi yang sedang ditonton oleh Mba-ku. Di tengah acara TV yang sedang berlangsung, tiba-tiba breaking news. Mengabarkan gempa telah terjadi di Sumatra Barat.
Getaran gempa terasa hingga ke Sumatra Utara, Riau, Jambi dan bahkan negara tetangga : Malaysia dan Singapura.
Lagi-lagi, bencana. Korban berjatuhan. Ada yang kehilangan harta benda. Banyak yang kehilangan sanak saudara. Anak kehilangan orang tua. Orang tua kehilangan anaknya.
Seorang reporter bertanya pada sebuah keluarga yang terdiri dari ibu beserta kedua anaknya, “Bagaimana kondisi rumah ibu sekarang? Apakah hancur?” (kurang lebih seperti ini)
Sang ibu langsung menunjuk sebuah bangunan yang saat itu sudah tak berbentuk lagi, “Itu.” Rumahnya telah hancur.
Lalu ada lagi. Sebuah keluarga terdiri dari seorang ibu bersama tiga anaknya yang masih kecil. Ketiga anak tersebut menangis meraung-raung. Memanggil-manggil ayahnya. “Ayah!Ayah!” panggilnya sembari menangis. Sang ibu mengelus kepala putrinya. Tampak kesedihan terlukis di wajahnya… Rupanya sang ayah telah tiada…Meninggal tertimpa runtuhan bangunan…
Di tempat lain, masih di Padang, sekitar 39 siswa yang pada saat gempa sedang belajar di sebuah bimbingan belajar juga meninggal dunia tertimpa reruntuhan.
Di antaranya, ada teman-teman yang tahun depan akan menempuh ujian…Bersiap menyongsong masa depan…sama sepertiku…
Selain itu, masih ada 200 korban lain yang masih terperangkap di reruntuhan. Belum dapat dievakuasi. Entah berapa lama lagi mereka masih bisa bertahan…
Kabar terakhir di media menyatakan sudah ada 700 korban jiwa..
Dan ternyata, gempa susulan terjadi. Dengan skala 7,1 skala richter, gempa mengguncang Kerinci, Jambi. Sekitar 500 rumah rata dengan tanah.
Teguran…
Mungkin teguran Allah dirasa belum cukup menyadarkan kita.
Tsunami tahun 2004, belum membuat kita mengubah perilaku kita. Tsunami Pangandaran masih dianggap angin lalu. Gempa di Sulawesi dan Jawa Barat masih dianggap bencana rutin semata…
“Ah da biasa atuh gempa mah, pan Indonesia emang rawan gempa. Letaknya juga di pertemuan dua lempeng. Jadi kalo ada gempa karena lempengan bertubrukan atau aktivitas gunung berapi, wajar dong!”
Kantung-kantung kuning berisi mayat, hanya membuat kita berjengit karena jijik. Mengapa tak berjengit karena takut? Bukan takut akan kematian namun takut akan Sang Penguasa yang dengan mudahnya bisa membinasakan kita..
Dan,
semua ini masih belum cukup menyadarkan manusia dari kelalaiannya…
Maka kembali, Allah menegur kita..
Kita kini sudah semakin jauh dari-Nya. Maksiat semakin merajalela..
Astaghfirullahaladziim…
Astaghfirullahaladziim…
Astaghfirullahaladziim…
Masih belum cukupkah teguran ini, teman?
Masih perlukah teguran lain yang lebih dahsyat?
Masihkah kita menganggap semua ini hanya kabar biasa untuk menghiasi layar kaca?
Kabar yang sehari terdengar, esoknya langsung hilang dari ingatan.
Setelah semua ini…masih pantaskah kita berhura-hura?
Saudara kita menderita, saudara kita yang menanggung teguran yang sebenarnya ditujukan untuk kita semua…bukan hanya untuk yang terkena dampak langsung dari bencana itu…
“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayat-ayat Allah Swt tersebut:
17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”
8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”
(Dikutip dari artikel Ayat-ayat Allah dalam Gempa di Sumatera http://www.eramuslim.com)
Kalau teguran ini adalah azab, azab ini bukan hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang ‘bejat’. Tapi untuk yang beriman juga. Mungkin yang beriman masih lalai dalam mengajak kembali orang-orang yang tersesat di lubang kezaliman. Merasa lelah untuk mengajak mereka kembali pada jalan yang benar.
Ya…kejadian ini bukan diperuntukkan bagi satu kaum saja, melainkan untuk semua umat manusia.
Jadi, apakah kita masih menunggu teguran lain untuk berubah?
30 Sep
Memang apa sih yang bikin kamu takut?
Kamu takut gagal, jadi ngga mau ngambil resiko?
Tapi justru pilihanmu untuk ngga ngambil resiko itulah yang membuatmu terpuruk dalam lubang yang sama. Tak pernah berpindah.
Kenapa sih kamu kok mau-maunya dibodo’-bodoin sama setan jelek itu?
Mau-maunya temenan sama dia! Meski ngga temenan, tapi kamu jadi followernya.
Ngakunya anti eh di belakang setia banget ngegandrungin sites favorit setan.
Ketagihan ya?? Emang susah sih…sekali nyoba kalo ngga cepet-cepet berhenti ya makin susah keluar dari jerat setan. Makin lama makin ketergantungan. Sama tuh sifatnya kaya’ narkoba. Bikin ketagihan!
Ckckck…bukan salah setan dong kalau ntar kamu berakhir di ‘tempat terburuk’.
Aih aih…kok males banget buat mengejar ketinggalanmu?
Liat deh, temen-temenmu udah pada siap menyongsong masa depan.
Kok kamunya ngga ikutan kaya temen-temenmu sih?
Masiiiihh aja sibuk maen-maen dengan ‘keadaan sekarang’.
Malu ngga?
Waah..kacau. Ngga semangat niih…
Anak muda loyo begini, gimana nasib bangsa???
Udah puas sama keadaan sekarang?
Belum?
Tapi kenapa diem aja? Udah melakukan apa untuk mengubah masa depan?
Jangan-jangaa…nnn kamunya cuma mau berangan-angan doang ya?? Mimpinya iya, usahanya ngga mau, pengen hasil bagus.
Ya ngga mungkin man!!!
Aaah..geus we ieu mah kaciri pisan.
TERLALU PUAS SAMA KEADAAN euy! Jadi we..ngga mau usaha lagi.
“Buat apa susah-suah, toh udah ada cara yang lebih cepet…”
Gitu kan??
Hehe..lucu!.
31 Aug
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Astaghfirullahaladzim..
Audzubillaahiminassyaithaanirrajiim..
Again. My heart full with anger.
I don’t know. I really fast to boiled. When I’m angry, I ignore everything around me. Let them know I’m angry. But I feel guilty to let them worrying about me and give them another burden to hold in the same time.
I always ask to be understand (I don’t know how to write understand in passive form) but me on the other side, do not want to learn how to understand. Truthfully, I do not want to accept.
That’s what I have to learn. Learning to accept.
But..again, I find myself keep trying to find 1000 reasons just to make my mind away to understand something. I like to ask. Why can’t I understand? Question that I already knew the answer.
I’m such a yellow streak. I didn’t dare just to face my own selfishness.
Is this show a moslem’s attitude?
NO.
I should have be able to calm down myself. My anger usually takes over my mind and makes it work in the wrong way. Such as make me lazy to do my tasks. I usually calming down myself by sleeping. Sometimes after I take some time to relief myself from anger by sleeping, I can think clearer than before.
I just hate how myself really easy to be tensed up. I wonder if I can control my anger. Because anger usually ends to bad happenings.
Dzikrullah..
A word popped out from my mind out of the blue. I just have to do that.
By thinking about Him make us calm. So then I can not be tensed up so easily anymore.
Again..
Lord, please forgive me. Forgive me for what I’ve done.
Please, I beg you to protect me from that ‘disturbing thing’. Keep them away from me. Let me stay in the right way and place. A way that ends to You…
31 Aug
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Aaaa….
Hmph.Hffftt.
I’m in my last year of high school…
My friends already settled their future. Me, on the other sides, still dealing with my mind and heart in settle my own future. I want to be a doctor and an archeologist at the same time. Of course how can it be possible??
Yeah.. I know, nothing’s impossible in this world. Even in one time, there was a person who got into a train accident (his car being crashed by the train) but he only got little bruises. What a miracle!
It means, nothing’s impossible.
Truthfully, I want to build a hospital. Hospital that don’t take high payment to the one who can’t pay it. Hospital with high-tech tools to cure people’s illness. Hospital…that money is not its goal. The goal is to make public’s health rate better.
I want to be a great doctor. So I can be sent to distric areas where people who lived there can not pay their medication treatment when they’re sick and I can give them free medical treatment. There, I also want to teach the children so they can read and write in the right way.
I want to be a Health Minister or Education Minister so I can change the rules about the payment of medication treatment and also change the rules about education. Build many schools and so on…
Wha…
What a big dream…
I HAVE TO REALIZE IT!!!! I hope it will be realized..Amin..
At least, if can’t be a doctor, i still can build a hospital..hehehe..
9 Jul
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Ada kalanya, aku merasa jenuh. Kesal. Bosan. dan marah.
Perasaan ini tentu tak seharusnya kumiliki. Karena jalan ini adalah pilihanku.
Seandainya sholeh bisa sendiri. Tentu aku tak perlu bersusah payah mengajak yang ada ‘di luar’ untuk kembali ke jalan yang kuyakini benar adanya.
Kesal, karena Islam terus dinjak-injak. Bukan oleh orang-orang yang membencinya. Tapi oleh para pengikutnya sendiri. Bila Death Note bukan khayalan, aku juga mungkin akan berpikiran sama dengan KIRA. Kubunuh orang-orang tak bertanggungjawab yang membuat Islam dan negara ini terpuruk.
Bosan melihat dunia yang tak kunjung sadar akan tipu daya setan yang sudah berkembang di mana-mana.
Marah. Marah pada orang-orang yang mau saja terpedaya oleh tren. Yang hanya peduli pada dirinya sendiri. Yang hanya peduli akan mantel keluaran terbaru Giorgio Armani dan parfum terwangi dari Paris. Marah pada orang-orang ‘atas’ yang hanya bisa pamer kekayaan. Yang hanya melirik pada orang-orang yang menjerit karena kelaparan tanpa benar-benar memberikan pertolongan berarti. Juga pada orang-orang yang tak peduli pada lingkungan yang semakin rusak.
Aku ingin berteriak. Berharap teriakan ini akan menghancurkan dunia. Sehingga dunia bisa mulai lagi dari awal. Memperbaiki semuanya.
Astaghfirullah..
Semuanya memang harus berproses. Nggak bisa instan. Semuanya langsung berubah gitu aja. Semua harus diawali dengan usaha. Perjuangan orang-orang yang menginginkan perubahan takkan pernah usai. Meskipun begitu, usaha orang-orang yang berjuang takkan pernah sia-sia. Walau sedikit, pasti ada hasilnya.
Seperti kata pepatah,
Antara seseorang yang ingin ikut berkontribusi dengan orang yang benar-benar menyumbangkan kontribusinya adalah dua hal yang berbeda.
(ini teh aku baca di manaaa gitu)
Aku juga ngga boleh berhenti. Ngga boleh bosan. Aku harus tetap berjuang jika ingin perubahan.
Toyotomi Hideyoshi memulai perjuangannya menyatukan Jepang sebagai pembawa sandal.
Harry Potter beserta Orde Phoenix tidak serta merta bisa menghancurkan Pangeran Kegelapan. Dalam perjalanannya, Harry harus bertarung melawan Pelahap Maut. Tak menyerah memberitahu dunia bahwa Voldemort telah kembali walau tak ada satu pun yang percaya. Walau seluruh dunia memberinya titel ‘orang gila’.
Dan yang paling penting.
Rasulullah saw. bersusah payah mendakwahkan Islam. Tak pernah jenuh. Tak pernah bosan. Tak hilang sabar saat menghadapi kaum Quraisy yang sangat keras kepala. Meskipun telah dijamin syurga, tak lelah beliau meminta ampun. Tak lelah beliau menyebarkan Islam.
Apa yang kurasakan nggak ada apa-apanya dibandingkan perjuangan Rasulullah. Bersama Umar bin Khattab, Abu Bakar, Bilal bin Rabah, Siti Khadijah, Aisyah, Ali bin Abi Thalib…bersama para pejuang pemberani lainnya yang tak terhitung jumlahnya olehku.
Dibanding Hideyoshi yang terus menanggung hinaan karena fisiknya, aku tak ada apa-apanya.
Begitu saja aku kesal. Begitu saja aku marah. Begitu saja aku jenuh. Begitu saja aku bosan.
Apa jadinya kalau semua pejuang berpikir sepertiku? Hancur sudah dunia.
Astaghfirullaahaladziim….
Ya Rabb, lindungi kami dari kesombongan. Dari keburukan dunia. Selamatkan kami dunia akhirat.
Istiqomahkan Ya Allah..istiqomahkan..
-Alhamdulillaahirabbilaalamiin-
9 Jul
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
One day, I went back home from my guidance study. It was already 6 pm. My father couldn’t picked me so I took a public transportation.
When I was inside the public car, there was two woman who was talking each other. One woman was about around 50 years old, and the other was about around 28 years old. They looked so close. I thought they were mother and daughter, but I was wrong! They just met in that public car.
I didn’t expected that they were stangers at all. Believe me, they were looked so close. I thought if they were strangers, they wouldn’t talked about their family condition. About how their family treated them, how their family relationships going. But they talked about that.
From the conversation, I could interfere that they had a happy family, they were happy as a wife. I was in surprise when the young lady said to the old lady before she got out of the car, “Another time we met, let you visit my house, Mam.”
The old lady answered the offer, “Ya, another time we met okay? Nice to meet you”
Hehehe..actually, you might be confused and asked this question “What are you going to tell??”
Okay, I just want to tell you about my country’s culture. People in the past usually talked each other if they had something in common that accidentally they knew, wherever they were and although they were barely known each other. (Do u get my point?)
Nowadays, in my country, not many people do this conversation anymore. I mean, a warm conversation between strangers. I think many people turned they creatures as social creatures into individual creatures.
Of course, technology has part in changing people into this. Although it has benefits, it also bring drawbacks. Like antibiotic, despite its benefit to cure illness, it brings some anaphylactic reaction.
People are too busy with their ownlife. E-mail, facebook, online games, television…
If only…people are warm like they were in the past, maybe world will become a peaceful place to live in.
But, I still have optimist thinking. Although we live in high-tech century, we still can do interaction like people did in the past. Just don’t too busy with your ownlife. Care on your environment.
As my mother said to me, “ You have to do social contact with your neighbors! Don’t lock yourself in front of the computer. Because when we need help, the nearest helper is our neighbor. When we are died, our neighbors that will take us to the sematary, not yourself, right? If you didn’t do the social contact, who will be helping you in difficulties??”
9 Jul
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
June 6 2009
Whooaa!! It’s holiday time!!
Yesterday, my little brother went home from the hospital. My cousin from Bogor came for spending holiday here. Today, another cousin of mine will also come here. I’m really happy! My house will be more lively.
Three days ago, after got my report book at school, I went to a bookstore in Jalan Supratman. As soon as I saw a lot of books there, I thought to buy at about three until five books since I just got some money from my aunt. But I confused, which one should I buy? I didn’t really plan to buy some books at that time so then I just picked random books that look good (Bad habit..TToTT).
Finally, I bought Titanium–a novel by Sitta Karina–because my friend recomended this to me. Besides, I had read another Sitta Karina’s novel–Imaji Terindah–and it’s good. I also bought Kiat Sukses Meraih Cinta Ilahi for my mother and a comic from Kou Matsuzuki, Happy Cafe.
When I arrived home, I showed all the books to my little sister. She was really excited to saw what I had buy. Titanium. She really wants to read it. At the same time, my mother smiled to saw what I had bring (actually, what should I put here bring or brought?) for her.
After I bought all of them..you know what??
I felt I regretted what I’ve done.
Not because I didn’t like the books nor I regret gave the books to my family, but because I found a lot of books I want to buy! And they were in SALE!! OMG!!
I wanted to buy 24 Wajah Billy, The Footprints of God, Sheila, Into The World, Gas Room, Chloe The Series from Norah McClintock, Samurai etc.
Whoaaa…hiks..I couldn’t buy them because my money was already gone.
Hehe..Lesson!
THINK BEFORE ACT!! Hehehe…
15 Jun
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
15 Juni 2009
Whaha..nulis lagi deh.
Lagi kesel sih sebenernya. Pengennya marah. Maunya ngebanting apa yang ada di depan mata. Tapi kemauan untuk ngebanting barang” yang ada di depan mata harus kuredam. Yang bener aja!? Masa mau ngebanting komputer?! Kalo rusak emang bakal diganti sama yang baru apa!
Jadi? What’s up?
Adikku yang bernama Muhammad H-A-N-I-F Taufik!! Bocah berusia enam tahun itu bener-bener bikin aku kesel!
Tiap kali aku pulang, dia pasti lagi nongkrong di depan benda bernama TELEVISI. Menyaksikan tayangan favoritnya, “B** 7” “R**********” dan “P***** The M*****” (Hehe, disensor, takut dituntut sama yang punya acara). Tayangan yang menurutku ngga masuk akal. Lebih-lebih dari sinetron yang kerjaannya bales dendam akibat sang kekasih direbut orang. Bayangin aja, seorang anak kecil bisa berubah menjadi manusia lele atau manusia batu. Ngelawan penjahat yg bawa” pistol dan alien yang berbentuk durian.
Beu..kalo bisa segampang itu membasmi kejahatan, buat apa ada hukum, polisi n pengadilan?
Ada lagi kejadian saat si tokoh utama yg notabene masih anak d bwh umur menjinakkan bom. Ya ampuunnnnn….bom itu kan teknologi tingkat tinggi! Gimana bisa dengan mudahnya bom (d tv bomnya berbentuk dinamit) semacam itu dijinakkan oleh anak” seumur mereka?
Kalaupun bisa, bom kan ngga bisa sembarangan dijinakkan. Kalo bisa semudah itu, NGAPAIN ADA TIM GEGANA? Tim gegana itu ngga perlu susah” belajar cara ngejinakin bom kaaaann????????!!!
Trus ibuku nyeletuk, “Harry Potter juga ngga masuk akal. Kok masih dibaca dan ditonton?”
“Nya beda Harry Potter mah. Pan udah jelas itu teh fiksi yang nontonnya juga bukan anak kecil.” Pembenaran.^^
Ibuku tertawa.
Gimana ngga kesel, gara-gara tayangan itu, adikku susah disuruh sholat. Padahal adzan sudah berkumandang. Diajak ayahku ke masjid bahkan ngga bergeming sedikit pun. Dia juga ngga mau lagi disuruh belajar. Dia selalu bilang nanti, nanti, dan nanti. Semuanya tertunda karena dia bersikeras untuk menonton acara” tadi.
Adikku jadi ngikutin apa yang ada di tayangan itu. “Tendangan super R*********I!” sambil melayangkan kakinya ke udara kosong atau meja yang ada di dekatnya. Okelah, ngga bisa sepenuhnya nyalahin acara TV tsb. harusnya orang tua membimbing anaknya ketika menonton. Mana yang boleh mana yang tidak. Tapi, mana sih pengaruh yg lbh kuat?
Kenyataannya, meski org tua memiliki pengaruh besar thd sang anak, tapi anak akan lebih mendengarkan apa yg dikatakan televisi. Aku ngga tau apa-apa soal dunia anak. Tapi dari apa yang kulihat, TV berpengaruh lebih besar thd perkembangan psikologis anak daripada org tua.
Kesel banget!!Apalagi ketiga ‘sinetron cilik’ ini ditayangkan sejak maghrib hingga jam 9 malam! Jam produktif untuk belajar kan?
Berapa banyak anak Indonesia yang ‘terbodohi’ / terpengaruh oleh acara” serupa? Rating u/ sinetron gitu pasti gede. Kalo ngga, ngga mungkin ditayangin.
Ih! Si pembuat acara ngga mikirin akibat yg bakal ditimbulkan dari acara yang dia buat apa?
Berapa banyak yang harus dikorbankan demi uang satu juta, dua juta, sepuluh juta? Masa depan bisa rusak!
Menyusul tulisan Uli di blognya [http://magicpencil.wordpress.com/] berjudul Say No To Television, akhirnya kukeluarkan uneg” mengenai tayangan TV melalui tulisan di internet. Takut juga sih, apalagi setelah ada kasus mengenai tulisan di internet yg berujung penjara.
Mendingan acara televisi itu diilangin aja deh! Gemas rasanya!!!