Curhatku..

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Ada kalanya, aku merasa jenuh. Kesal. Bosan. dan marah.

Perasaan ini tentu tak seharusnya kumiliki. Karena jalan ini adalah pilihanku.

Seandainya sholeh bisa sendiri. Tentu aku tak perlu bersusah payah mengajak yang ada ‘di luar’ untuk kembali ke jalan yang kuyakini benar adanya.

Kesal, karena Islam terus dinjak-injak. Bukan oleh orang-orang yang membencinya. Tapi oleh para pengikutnya sendiri. Bila Death Note bukan khayalan, aku juga mungkin akan berpikiran sama dengan KIRA. Kubunuh orang-orang tak bertanggungjawab yang membuat Islam dan negara ini terpuruk.

Bosan melihat dunia yang tak kunjung sadar akan tipu daya setan yang sudah berkembang di mana-mana.

Marah. Marah pada orang-orang yang mau saja terpedaya oleh tren. Yang hanya peduli pada dirinya sendiri. Yang hanya peduli akan mantel keluaran terbaru Giorgio Armani dan parfum terwangi dari Paris. Marah pada orang-orang ‘atas’ yang hanya bisa pamer kekayaan. Yang hanya melirik pada orang-orang yang menjerit karena kelaparan tanpa benar-benar memberikan pertolongan berarti. Juga pada orang-orang yang tak peduli pada lingkungan yang semakin rusak.

Aku ingin berteriak. Berharap teriakan ini akan menghancurkan dunia. Sehingga dunia bisa mulai lagi dari awal. Memperbaiki semuanya.

Astaghfirullah..

Semuanya memang harus berproses. Nggak bisa instan. Semuanya langsung berubah gitu aja. Semua harus diawali dengan usaha. Perjuangan orang-orang yang menginginkan perubahan takkan pernah usai. Meskipun begitu, usaha orang-orang yang berjuang takkan pernah sia-sia. Walau sedikit, pasti ada hasilnya.

Seperti kata pepatah,

Antara seseorang yang ingin ikut berkontribusi dengan orang yang benar-benar menyumbangkan kontribusinya adalah dua hal yang berbeda.

(ini teh aku baca di manaaa gitu)

Aku juga ngga boleh berhenti. Ngga boleh bosan. Aku harus tetap berjuang jika ingin perubahan.

Toyotomi Hideyoshi memulai perjuangannya menyatukan Jepang sebagai pembawa sandal.

Harry Potter beserta Orde Phoenix tidak serta merta bisa menghancurkan Pangeran Kegelapan. Dalam perjalanannya, Harry harus bertarung melawan Pelahap Maut. Tak menyerah memberitahu dunia bahwa Voldemort telah kembali walau tak ada satu pun yang percaya. Walau seluruh dunia memberinya titel ‘orang gila’.

Dan yang paling penting.

Rasulullah saw. bersusah payah mendakwahkan Islam. Tak pernah jenuh. Tak pernah bosan. Tak hilang sabar saat menghadapi kaum Quraisy yang sangat keras kepala. Meskipun telah dijamin syurga, tak lelah beliau meminta ampun. Tak lelah beliau menyebarkan Islam.

Apa yang kurasakan nggak ada apa-apanya dibandingkan perjuangan Rasulullah. Bersama Umar bin Khattab, Abu Bakar, Bilal bin Rabah, Siti Khadijah, Aisyah, Ali bin Abi Thalib…bersama para pejuang pemberani lainnya yang tak terhitung jumlahnya olehku.

Dibanding Hideyoshi yang terus menanggung hinaan karena fisiknya, aku tak ada apa-apanya.

Begitu saja aku kesal. Begitu saja aku marah. Begitu saja aku jenuh. Begitu saja aku bosan.

Apa jadinya kalau semua pejuang berpikir sepertiku? Hancur sudah dunia.

Astaghfirullaahaladziim….

Ya Rabb, lindungi kami dari kesombongan. Dari keburukan dunia. Selamatkan kami dunia akhirat.

Istiqomahkan Ya Allah..istiqomahkan..

-Alhamdulillaahirabbilaalamiin-

Respond to this post